Saturday, August 9, 2014

Jangan Gunakan Alasan Ini

Tidak sedikit dari Anda yang menggunakan alasan ini itu agar bisa makan berlebih. Tahukah Anda, alasan tersebut bisa bikin Anda terjerumus lho.

Menjaga berat badan tidak hanya agar penampilan terlihat lebih menarik, namun juga bermanfaat untuk kesehatan. Sebab, berat badan yang berlebih atau obesitas dapat memicu berbagai macam penyakit yang pastinya tidak ingin Anda alami.

Akan tetapi, beberapa dari Anda terkadang menggunakan alasan ini itu untuk bisa menikmati makanan lebih banyak dari biasanya, misalnya seperti saat weekend. Hayooo, ngaku deh kalau Anda salah satu dari mereka yang menganut “bisa makan apa saja dan sepuasnya” saat weekend.



Dilansir dari citacinta, tahukah bahwa alasan yang Anda kemukakan tersebut salah besar. Berikut beberapa alasan yang kerap digunakan:

1. “Kan setelah ini pergi nge-gym”
Mungkin menurut Anda tidak bermasalah makan banyak, sebab setelahnya Anda akan pergi nge-gym. Padahal, kalori yang terbakar saat olahraga di gym tidaklah sama dengan kalori yang masuk tubuh ke dalam tubuh Anda. Misalnya, sebelumnya Anda telah mengkonsumsi dua potong pizza yang mengandung 800 kalori. Namun, Wanita dengan berat tubuh 65 kg biasanya hanya dapat membakar 400 kalori setelah satu jam aerobik.

Ada masanya tubuh menjadi lebih lapar dibandingkan orang lain. Nah, ini biasanya terjadi akibat kurang tidur. Yang terpenting, Anda harus dapat membedakan apa yang dibutuhkan tubuh dan mana yang diinginkan. Jika cukup makan satu potong pizza, ya, cukup satu potong, jangan membabatnya hingga satu loyang!

2. “Weekend itu waktunya makan-makan”
Tidak sedikit dari Anda yang menganut ajaran ini. Akhir pekan memang waktu untuk bersantai dari rutinitas, saatnya menyegarkan diri. Namun bukan berarti Anda bisa bebas makan ini itu tanpa terkontrol. Sesekali menikmati makan enak, tidak menjadi masalah. Akan tetapi, lain halnya jika Anda makan banyak selama dua hari berturut-turut.

Walter Willet, MD, profesor Harvard School of Public Health menjelaskan, “Kira-kira ada 3.500 kalori di dalam satu pon lemak. Jadi kecuali Anda membakar kalori lebih banyak dari yang dimakan, artinya berat Anda akan bertambah.”

Tidak hanya itu, “Menyantap makanan berlebihan akan membuat otak dan tubuh tidak sinkron,” Willet menambahkan. Jadi, Anda harus merasakan, kapan perut lapar, kapan perut terasa kenyang agar Anda tahu kapan saatnya berhenti makan.

3. “Kan, ‘Lemak baik’?”
Alpukat atau almond memang memiliki lemak baik dan bermanfaat bagi tubuh. Akan tetapi, FYI, lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated) and lemah tak jenuh ganda (polyunsaturated) memang membantu mengurangi kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, tetap saja mereka berpotensi membuat tubuh melar seperti lemak di dalam keju dan daging merah.

Idealnya, 30 persen kalori harus datang dari lemak, yang kurang dari 10 persen diperoleh dari saturated. So, jika Anda ingin mengkonsumsi alpukat atau almond, sebaiknya secukupnya saja. Tapi kalau memakannya seperti all you can eat di buffet, it’s a NO!

Apakah Anda masih memiliki alasan lain?